Antara duniamu dan duniaku

 Aku ingin hidup di dunia nyata

Mungkin indah hidup dalam duniamu itu

Tapi aku masih hidup, masih bernafas

Raga ini tak bisa hidup dalam duniamu itu


Aku pun masih punya teman

Aku harus menjawab setiap tegur sapanya

Semua pertanyaan dan keluh kesahnya

Mereka mengingatkanku kenyataan dunia ini


Dunia nyata dengan segala kefanaannya

Adalah tempatku bernafas dan berpijak 

Mau tak mau aku tak bisa terlepas darinya

Hingga nanti saatnya kutinggalkan ragaku ini


Bayang-bayang indahnya mimpi-mimpi

Menakjubkannya hamparan delusi

Membuatku tersesat didalamnya

Hingga ku tersadar itu hanya fatamorgana


Meski tak mudah untuk bangun dan tersadar

Akan kucoba sekuat tenaga,

Bila saatnya tiba dan aku masih terhanyut

Maka bawalah aku dengan kedamaian


Di sepanjang jalan singaraja-bendungan gerokgak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapten yang Diam, Penyu yang Lewat

Nebus Resep Obat

Tentang Laut dan Nafas Pertama