Tentang Laut dan Nafas Pertama
Selamat datang di Buku Kecil Perjalanan Wahab dan Ramora — sebuah ruang sunyi di antara ombak, tempat aku menyimpan kisah-kisah kecil dari laut, dan dari hati.
Di tulisan pertama ini, aku ingin mengajakmu kembali ke awal. Awal mula kenapa laut jadi rumah kedua, dan kenapa kadang diamnya air bisa bicara lebih jujur dari apapun. Di sini juga aku memperkenalkan Ramora — teman seperjalanan yang selalu setia menemani perjalanan Wahab. Menemani disaat wahab merasa tersesat dalam perjalanan pulangnya. Ia seperti ikan ramora yang setia menemani penyu.
Kalau kamu pernah merasa tersesat lalu menemukan dirimu kembali di tempat yang tak terduga... mungkin kita tidak terlalu berbeda.
Selamat membaca!
Aku tak ingat betul bagaimana semuanya dimulai. Tapi yang jelas, ada satu momen di mana aku menghirup udara lewat regulator, menyelam ke dalam biru yang sunyi, dan tahu... aku tidak akan pernah sama lagi.
Laut menyambutku seperti rumah yang lama kutinggalkan. Diam, dalam, dan tak menghakimi.
Saat pertama kali aku turun perlahan dari permukaan, dunia yang kusangka keras dan ramai tiba-tiba hening. Semua suara tertinggal di atas. Yang ada hanya detak jantungku, gelembung udara, dan tarikan napas—yang kini terasa sakral. Sejak itu, napas bukan lagi rutinitas. Ia jadi pengingat: bahwa aku masih hidup, dan aku memilih untuk tetap hidup.
Menyelam bukan hanya tentang melihat terumbu karang atau berenang bersama ikan.Ia lebih dari itu. Ia adalah perjalanan kembali ke dalam diri sendiri. Di kedalaman, aku bertemu ketakutan, tapi juga ketenangan. Aku belajar mengatur panik dengan napas, menghadapi tekanan tanpa lari, dan menemukan bahwa keheningan bisa menyembuhkan.
Laut, dengan segala ketidakpastiannya, justru membuatku merasa pasti: Bahwa aku ingin tetap ada. Bahwa aku bisa.
Kadang aku bertanya-tanya… mungkin laut adalah cermin dari diriku sendiri. Kadang jernih, kadang keruh. Tapi selalu menyimpan kehidupan, di bawah permukaan yang tampak biasa saja.
Inilah kisahku. Dimulai dari napas pertama — dan semua yang berubah karenanya.
Komentar
Posting Komentar