Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Diver yang Ingin Menyelam

 Aku sudah belajar diving tapi belum belajar menyelam Aku sudah bisa diving tapi belum bisa menyelam Aku sudah menjadi diver tapi belum menjadi penyelam Aku sudah menjadi Dive Master tapi belum menjadi Master Selam Sebelumnya aku mencari uang dari diving kini aku ingin menyelam tanpa memikirkan uang Sebelumnya aku hanya bisa sekedar hidup dari diving  kini aku ingin lebih mencintai hidup dengan menyelam Mau belajar diving? Boleh, tapi ingat jangan lupa untuk belajar menyelam juga Penyabangan, 25 Desember 2025

Menyelam dan Memahami Laut Kita

 Hey Ramora! Sudah lama aku tak melihatmu. Aku tau kau masih setia menempel di badanku entah di perutku atau di tempurungku.  Aku penyu yang terhuyung terseret arus ini kini perlahan menemukan arah pulangku kembali. Lebih tepatnya menemukan semangat untuk kembali. Karena sejatinya tak ada yang benar-benar kehilangan arah. Hanya saja semangatnya yang sedikit tergerus di tengah perjalanan.  Aku merasakan suntikan semangat dari teman-temanku di Mapala. Mereka sedang semangat-semangatnya untuk belajar menyelam. Semangat itu menjalar ke dalam tubuhku. Aku yang sudah mati rasa dengan keindahan bawah laut dan semua petualangan yang menyertainya kini semuanya terasa hidup kembali.  Pelatihan ini dipimpin oleh teman kami yang merupakan seorang instruktur yang sangat berpengalaman. Aku dimintai tolong sebagai asistennya. Materi demi materi disampaikan dengan serius. Mereka pun sangat antusias memperhatikan. Kulihat dari mata mereka yang menyala memperhatikan instruktur.  ...

Cerita Tentang Hidup

Ramora! Aku rindu kamu seperti aku merindukan diriku yang dulu. Apa kabarmu? Sudah lama rasanya tak leyeh-leyeh bareng. Sekarang aku lagi mempersiapkan diri untuk kembali ke peraduan. Sambil ditemani musik yang random terputar di Ymusic, aku hisap rokokku dan ku tulis tulisan ini. Hari-hari berlalu. Tidak ada yang spesial. Nongkrong dan sesekali bekerja. Kian hari semangat hidupku belum kembali seutuhnya. Seperti yang kamu tahu aku pernah menanyakan beberapa hal tentang diving. Ya, aku akan dilibatkan dalam pelatihan diving bersama teman-teman di mapala ku. Aku dimintain tolong jadi asisten instruktur. Aku senang meski sedikit gugup takut tidak bisa memberikan yang terbaik. Beginilah hidupku sekarang. Tak ada target yang jelas. Tujuan pun masih menerawang. Yang ku tahu pasti bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki manfaat bagi sekitar. Tak banyak manfaat yang aku bisa beri tapi setidaknya aku tak menyusahkan orang. Rokokku habis. Tak terasa 15 menit berlalu. Menulis perasaan ...

Perihal Dosa

 Dosa adalah perbuatan yang membuat kita merasa bersalah. Tapi, jika kita melakukannya dengan sadar — dengan pengetahuan bahwa itu salah — apakah itu tetap dosa? Ataukah kesadaran itu justru membuat kita belajar untuk tidak mengulanginya? Pertanyaan berikutnya pun muncul: Bagaimana sebenarnya cara menghindari dosa? Dan kalau pun kita terlanjur melakukannya — bagaimana kita bisa melepaskannya, menghapusnya, atau berdamai dengan dosa itu sendiri? Ada orang berkata, kuncinya adalah mengubah cara kita memandang dosa. Bukan untuk membenarkan perbuatan salah, tapi untuk memahami manusiawi diri kita. Bahwa setiap kesalahan bisa menjadi pelajaran, bukan sekadar beban. Bahwa ada perbuatan-perbuatan baik yang bisa menjadi penawar — bukan penghapus sempurna, tapi jalan pulang menuju hati yang bersih. Lalu seiring waktu, kita mulai sadar: standar kita tentang dosa pun berubah. Idealisme seseorang tentang benar dan salah tak pernah seragam. Tak ada yang bisa menjamin kebenaran absolut, karena k...

Antara Laut dan Oli

 Di sinilah aku sekarang. Bukan lagi bersama laut dan asinnya garam, melainkan dengan kunci dan oli. Sudah hampir dua minggu sejak aku berhenti bekerja sebagai kru boat diving. Awalnya berat untuk benar-benar pergi. Ada kalanya aku rindu — ingin kembali mencium bau laut, mendengar desiran ombak, atau sekadar menatap penyelam yang muncul ke permukaan dengan senyum lega. Bahkan beberapa malam, laut itu datang lagi dalam mimpiku. Namun kini, ada rasa lega yang perlahan muncul. Aku menjalani hidup yang baru. Dunia otomotif—dunia yang tak pernah terpikirkan akan kusentuh—kini menjadi keseharianku. Aku benar-benar mulai dari nol. Jangankan membongkar motor dan memasangnya kembali, mengganti oli atau mengisi angin ban pun sempat membuatku bingung. Aku tak tahu apa nama-nama kunci itu, tak hafal bentuk spare part, tapi anehnya… aku menikmatinya. Ada sesuatu yang sama di antara laut dan bengkel: keduanya mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan kerendahan hati. Mungkin bukan arus atau ombak y...

Tak lelah

Aku melihat ombak yang tak pernah berhenti bergerak. Tak pernah bosan, tak pernah diam barang sejenak. Sejak awal waktu, sampai entah kapan, ia akan terus bergulung, datang dan pergi, tanpa lelah. Aku pun ingin seperti itu— tak lelah, tak bosan, terus menjalani hidup ini, meski kadang tenang, kadang bergemuruh. Keteguhan ombak itu mengingatkanku pada bapakku. Ia selalu hadir setiap hari tanpa henti. Setiap pagi, pesan masuk darinya— berisi video motivasi, kutipan hidup bahagia, atau tips menjaga kesehatan. Semuanya ia dapat dari Facebook. Dengan sabar aku menontonnya, bukan karena aku tertarik, tapi karena aku ingin menghargainya. Tidak ada yang benar-benar menempel di kepalaku, tapi ada sesuatu yang menetap di hati: bahwa cinta seorang bapak mungkin tak selalu hangat dan puitis, tapi ia hadir dengan cara yang sama seperti ombak— terus datang, tanpa bosan, tanpa pamit.