Hal yang Tidak Ingin Kuceritakan, Tapi Perlu Kutulis
Ada hal-hal yang terjadi begitu cepat… hanya dalam beberapa detik. Tapi sisa harinya, aku terdiam menyesalinya. Hari ini aku merasa jatuh ke dalam dua lubang. Yang satu bernama lidah, dan satunya lagi pikiran.bDua-duanya licin — dan sayangnya, aku terpeleset di dalamnya. Pertama, aku mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu keluar dari mulutku. Sebuah candaan yang menyentuh identitas seseorang. Meski dalam suasana bercanda dan tidak berniat menyakiti, ada detik setelahnya yang membuat hatiku tercekat. Seperti tubuhku tahu lebih dulu kalau aku telah melewati batas. Aku sempat bertemu lagi dengan orang itu setelahnya. Ia tersenyum. Katanya tak marah. Tapi aku tetap merasa bersalah. Kadang, luka bukan tentang seberapa dalam goresannya. Tapi tentang apakah kita menyentuh sesuatu yang rapuh — meski tak terlihat. Yang kedua, adalah soal pikiranku yang terlalu jauh. Rasa penasaran membuatku tergoda membuka sesuatu yang bukan milikku. Aku tidak benar-benar melakukannya. Tapi niat d...