Untuk Ramora: Surat dari Penyu yang Hampir Tersesat
Ada kalanya perjalanan membuat kita hampir kehilangan arah. Seperti penyu yang berenang terlalu jauh, terseret arus, lalu menyadari betapa mudahnya tersesat di lautan luas. Tapi justru di titik itu, ada bisikan kecil yang mengingatkan untuk kembali pulang. Tulisan ini adalah semacam surat — bukan hanya untuk Ramora, tapi juga untuk diri yang pernah hampir hanyut. ---------------------- "Cukup panggil namaku, 'Ramora!'. Maka aku akan jawab: 'Aku di sini.'" ---------------------- Tahu gak, Ramora? Aku sudah bagikan cerita tentang temanku kepada yang bersangkutan. Tahu dia bilang apa? Dia bilang gini: "What a nice story about me! thank you wahab. Semoga hal baik dan rasa tenang selalu datang untuk kita." Aku seneng banget, Ramora. Dia juga mendoakan aku agar bisa bangkit lagi dari keterpurukan. Dia percaya kalau aku gak lama lagi akan menemukan diriku yang sejatinya lagi. Karena dia tahu kalau aku bisa menemukan hal yang bikin aku happy lagi. Sekarang y...