Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Antara duniamu dan duniaku

 Aku ingin hidup di dunia nyata Mungkin indah hidup dalam duniamu itu Tapi aku masih hidup, masih bernafas Raga ini tak bisa hidup dalam duniamu itu Aku pun masih punya teman Aku harus menjawab setiap tegur sapanya Semua pertanyaan dan keluh kesahnya Mereka mengingatkanku kenyataan dunia ini Dunia nyata dengan segala kefanaannya Adalah tempatku bernafas dan berpijak  Mau tak mau aku tak bisa terlepas darinya Hingga nanti saatnya kutinggalkan ragaku ini Bayang-bayang indahnya mimpi-mimpi Menakjubkannya hamparan delusi Membuatku tersesat didalamnya Hingga ku tersadar itu hanya fatamorgana Meski tak mudah untuk bangun dan tersadar Akan kucoba sekuat tenaga, Bila saatnya tiba dan aku masih terhanyut Maka bawalah aku dengan kedamaian Di sepanjang jalan singaraja-bendungan gerokgak

Keinginan dan harapan yang hilang

 Kalo kata iwan fals keinginan adalah sumber penderitaan. Aku nyatanya sekarang tak punya keinginan, tapi toh juga tak lepas dari derita. Derita yang berbeda. Aku tak menderita karena keinginan yang tak tercapai tapi sebaliknya derita karna tak punya keinginan. Tak punya harapan. Hidup tanpa harapan juga adalah sebuah penderitaan.  Lalu kemana perginya harapan? Ia tak kemana-mana kadang ia singgah. Hanya diri ini yang menolak untuk memeluknya. Mungkin karena takut harapan itu membuatnya kecewa untuk kesekian kalinya seperti yang sudah terjadi sebelumnya.