Tak lelah

Aku melihat ombak yang tak pernah berhenti bergerak.

Tak pernah bosan, tak pernah diam barang sejenak.

Sejak awal waktu, sampai entah kapan,

ia akan terus bergulung, datang dan pergi, tanpa lelah.


Aku pun ingin seperti itu—

tak lelah, tak bosan, terus menjalani hidup ini,

meski kadang tenang, kadang bergemuruh.


Keteguhan ombak itu mengingatkanku pada bapakku.

Ia selalu hadir setiap hari tanpa henti.

Setiap pagi, pesan masuk darinya—

berisi video motivasi, kutipan hidup bahagia, atau tips menjaga kesehatan.

Semuanya ia dapat dari Facebook.


Dengan sabar aku menontonnya,

bukan karena aku tertarik,

tapi karena aku ingin menghargainya.

Tidak ada yang benar-benar menempel di kepalaku,

tapi ada sesuatu yang menetap di hati:

bahwa cinta seorang bapak mungkin tak selalu hangat dan puitis,

tapi ia hadir dengan cara yang sama seperti ombak—

terus datang, tanpa bosan, tanpa pamit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapten yang Diam, Penyu yang Lewat

Nebus Resep Obat

Tentang Laut dan Nafas Pertama