Cerita Tentang Hidup

Ramora! Aku rindu kamu seperti aku merindukan diriku yang dulu. Apa kabarmu? Sudah lama rasanya tak leyeh-leyeh bareng.

Sekarang aku lagi mempersiapkan diri untuk kembali ke peraduan. Sambil ditemani musik yang random terputar di Ymusic, aku hisap rokokku dan ku tulis tulisan ini.


Hari-hari berlalu. Tidak ada yang spesial. Nongkrong dan sesekali bekerja. Kian hari semangat hidupku belum kembali seutuhnya.


Seperti yang kamu tahu aku pernah menanyakan beberapa hal tentang diving. Ya, aku akan dilibatkan dalam pelatihan diving bersama teman-teman di mapala ku. Aku dimintain tolong jadi asisten instruktur. Aku senang meski sedikit gugup takut tidak bisa memberikan yang terbaik.


Beginilah hidupku sekarang. Tak ada target yang jelas. Tujuan pun masih menerawang. Yang ku tahu pasti bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki manfaat bagi sekitar. Tak banyak manfaat yang aku bisa beri tapi setidaknya aku tak menyusahkan orang.


Rokokku habis. Tak terasa 15 menit berlalu. Menulis perasaan seperti ini cukup membuat hati menjadi lega. Apalagi bila ditemani lagu2 random yang bernuansakan nostalgia.


Liriklagu yang memdalam dari spirit carries on nya dream theather cukup membuatku berpikir bahwa aku sejatinya tengah menjalani takdir Tuhan. Kita tak tahu pasti kemana takdir akan membawa kita. Tapi terkadang kita diberikan kesempatan untuk mempersiapkan semuanya.


Aku ingat betul suasana nya hampir mirip seperti saat ini. Malam yang sunyi. Bunyi jangkrik bersautan. Dan suara lagu yang menghanyutkan.


Where did we come from? Why are we here? Where do we go when we die?


Malam itu tak ingat betul apa alasanku memutar lagu itu terus-menerus. Yang jelas itu membuatku memikirkan tentang hidup dan mati. Belakangan aku tahu kalau itu sebuah firasat bahwa akan ada kejadian besar dalam hidupku. Dan ternyata benar saja. Berselang beberapa hari ibuku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.


Kini aku berpikir seandainya kita bisa menjalani takdir kita dengan semestinya. Selalu siap dengan segala jalan yang mesti kita lalui. Peka terhadap tanda-tanda yang diberikan kepada kita. Menjalani hidup yang apa adanya. Bersyukur bila bahagia, Bersabar bila bersedih. Maka sesungguhnya kita telah mencicipi surga saat kita hidup di dunia ini juga.


Lucu juga ya aku cerita ini ke kamu ramora. Tahu apa kamu soal hidup hehehe. Kamu kalo aku gak chat duluan aja gak bakal chat aku duluan. Dimana kamu? Apa kabarmu? Aku gak tahu? Heheheh. Terus dengan niat nya aku cerita semuanya panjang lebar sama kamu. Aku juga yang salah ya wkwkwk.


Itu saja deh untuk kali ini. Semoga balesan dari kamu gak bisa aku tebak itu aja dari aku. Hehe aku mau bakar rokok ke dua ku dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapten yang Diam, Penyu yang Lewat

Nebus Resep Obat

Tentang Laut dan Nafas Pertama